Skip to content

IKTIBAR DAN PENGAJARAN DARI PERISTIWA NABI MUSA MEMOHON UNTUK MELIHAT ALLAH…

October 1, 2014

IKTIBAR DAN PENGAJARAN DARI PERISTIWA NABI MUSA MEMOHON UNTUK MELIHAT ALLAH…

ADALAH SALAH SATU JALAN DAN CARA DARI PELBAGAI CARA UNTUK MENCAPAI KEPADA IKTIQAD TAUHID..

Firman Allah :-

19.Surah Maryam (Verse 51)
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مُوسَىٰۚ إِنَّهُ كَانَ مُخْلَصًا وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا

Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab (Al-Quran) ini perihal Nabi Musa; sesungguhnya ia adalah orang pilihan, dan adalah ia seorang Rasul, lagi Nabi.

19.Surah Maryam (Verse 52)
وَنَادَيْنَاهُ مِن جَانِبِ الطُّورِ الْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّا

Dan Kami telah menyerunya dari arah sebelah kanan Gunung Tursina, dan Kami dampingkan dia dengan diberi penghormatan berkata dengan Kami.

2.Surah Al-Baqarah (Verse 63)
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil perjanjian setia kamu semasa Kami angkatkan Gunung Tursina di atas kamu (sambil Kami berfirman): “Terimalah Taurat yang telah Kami berikan kepada kamu (serta amalkanlah) dengan bersungguh-sungguh, dan ingatlah (jangan lupakan) apa yang tersebut di dalamnya, supaya kamu bertaqwa.

2.Surah Al-Baqarah (Verse 93)
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُواۖ قَالُوا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْۚ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُم بِهِ إِيمَانُكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan kamu semasa
Kami angkatkan bukit Tursina itu ke atas kamu
“Ambilah yang Kami berikan kepada
kamu itu dengan bersungguh-sungguh, dan dengarlah. Mereka menjawab: “Kami dengar, dan kami menderhaka”. Sedang kegemaran menyembah patong anak lembu itu telah mesra dan sebati di dalam hati mereka, dengan sebab kekufuran mereka. Katakanlah (wahai Muhammad):” Amatlah jahatnya apa
yang disuruh oleh iman kamu itu kalaulah kamu orang-orang yang beriman”.

28.Surah Al-Qaşaş (Verse 29)

فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى الْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِن جَانِبِ الطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّي آتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

Setelah Musa menyempurnakan tempoh kerjanya itu dan berjalan dengan isterinya, ia melihat api dari sebelah Gunung Tursina. (Ketika itu) berkatalah ia kepada isterinya: “Berhentilah; sesungguhnya aku ada melihat api, semoga aku dapat membawa kepada kamu sesuatu berita dari situ, atau sepuntung dari api itu, supaya kamu dapat memanaskan diri”.

28.Surah Al-Qaşaş (Verse 30)
فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِن شَاطِئِ الْوَادِ الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَن يَا مُوسَىٰ إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Maka ketika ia sampai ke tempat api itu, ia diseru dari tepi lembah yang di sebelah kanan, di tempat yang dilimpahi berkat, dari arah pohon kayu: “Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Allah Tuhan sekalian alam.

4.Surah An-Nisā’ (Verse 154)

وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا

Dan Kami telah mengangkat “Gunung Tursina” ke atas mereka disebabkan
perjanjian setia mereka, dan Kami perintahkan mereka: “Masuklah kamu melalui pintu itu dengan merendah diri” dan Kami juga perintahkan mereka:
“Janganlah kamu melanggar perintah larangan yang ditentukan pada hari
Sabtu”, dan Kami telah mengambil daripada mereka perjanjian setia yang teguh.

28.Surah Al-Qaşaş (Verse 45)

وَلَٰكِنَّا أَنشَأْنَا قُرُونًا فَتَطَاوَلَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُۚ وَمَا كُنتَ ثَاوِيًا فِي أَهْلِ مَدْيَنَ تَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا وَلَٰكِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

Akan tetapi (engkau hanya mengetahui kisah itu dengan jalan Kami memberi wahyu kenabian kepadamu disebabkan) Kami telah mengadakan beberapa umat
(dari zaman Nabi Musa hingga ke zamanmu) sampai berlanjutanlah masa yang mereka lalui (serta kucar-kacirlah ugama yang mereka anuti). Dan engkau pula tidak pernah tinggal bersama-sama penduduk negeri Madyan membaca dan mempelajari dari mereka ayat-ayat keterangan Kami (tentang hal Nabi Musa di sana), tetapi Kamilah yang mengutusmu (menjadi Rasul dan memberi
wahyu kepadamu mengenai hal itu).

28.Surah Al-Qaşaş (Verse 46)
وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ الطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَٰكِن رَّحْمَةً مِّن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أَتَاهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Dan engkau juga tidak berada dekat Gunung Tursina ketika Kami menyeru (Nabi Musa dan memberi wahyu kepadanya dahulu), tetapi (diturunkan) rahmat (Al-Quran) dari Tuhanmu (menerangkan Kisah itu) supaya engkau memberi amaran kepada kaum (mu) yang telah lama tidak didatangi sebarang Rasul
pemberi amaran sebelummu, semoga mereka beroleh pengajaran.

7.Surah Al-’A`rāf (Verse 171)

وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan ingatlah wahai Muhammad) ketika Kami mengangkat gunung ke
atas mereka seolah-olah gunung itu awan dan mereka yakin bahawa gunung itu akan jatuh menimpa mereka:- “Terimalah dengan bersungguh-sungguh yang telah Kami berikan kepada kamu dan ingatlah apa yang terkandung di dalamnya, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa”

“Sesungguhnya seandainya Musa hendak melihat Aku, hendaklah terlebih dahulu kau lihat akan bukit Thursina,

Diambil dari makna – ( Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil perjanjian setia kamu )

seandainya ia (bukit) itu masih kekal ditapaknya nescaya engkau akan dapat lihat Aku”

Diambil dari makna – ( semasa Kami angkatkan Gunung Tursina di atas kamu )

7.Surah Al-’A`rāf (Verse 143)
وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَۚ قَالَ لَن تَرَانِي وَلَٰكِنِ انظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِيۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًاۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan ketika Nabi Musa datang pada waktu yang Kami telah tentukan itu, dan Tuhannya berkata-kata dengannya, maka Nabi Musa (merayu dengan) berkata: “Wahai Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku supaya aku dapat melihatMu”. Allah berfirman: “Engkau tidak sekali-kali akan sanggup melihatKu, tetapi pandanglah ke gunung itu, maka kalau ia tetap berada di tempatnya, nescaya engkau akan dapat melihatKu”, Setelah Tuhannya “Tajalli” kepada gunung itu, (maka) “TajalliNya” menjadikan gunung itu hancur lebur dan Nabi Musa pun jatuh pengsan.

Setelah ia sedar semula, berkatalah ia: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepadaMu, dan akulah orang yang awal pertama beriman.

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah akan nama Tuhanmu serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

CARA PERLAKSANAANNYA

TUMPUKAN KEDUA-DUA MATA KEPADA PUNCAK HIDUNG KITA (YANG DIKIASKAN DENGAN GUNUNG TURSINA DIDALAM AL-QURAN), DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN.

TETAPKAN PANDANGAN MATA KEPADA PUNCAK HIDUNG ITU,

DENGAN TERTUMPUNYA KEDUA-DUA MATA KEPUNCAK HIDUNG, KITA AKAN DAPAT MELIHAT KESELURUHAN BADAN KITA…

AKAN LAHIR RASA KEBERADAAN DIRI KITA, TUMPUKAN PANDANGAN MATA SEBULAT-BULAT TUMPUAN KEPADA PUNCAK HIDUNG..

SEBUTLAH ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA…

RASALAH SENDIRI APA YANG AKAN DIRASAI……

DIDALAM MASA YANG SAMA SEBUTLAH ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA

LAA ILAHA ILLALLAH

July 10, 2014

LAA ILAHA ILLALLAH

Tiada yang ada melainkan Allah

AR-RAHMAN

Tiada yang MAHA PEMURAH melainkan ALLAH

AR-RAHIM

Tiada yang MAHA PENGASIH melainkan ALLAH

AL-MALIK

Tiada yang MAHA AGUNG melainkan ALLAH

AL-QUDDUS

Tiada yang MAHA SUCI melainkan ALLAH

AS-SALAM

Tiada yang MAHA SELAMAT SEJAHTERA melainkan ALLAH

AL-MUKMIN

Tiada yang MAHA MELIMPAHKAN KEAMANAN melainkan ALLAH

AL-MUHAIMIN

Tiada yang MAHA PENGAWAL & PENGAWAS melainkan ALLAH

AL-AZIZ

Tiada yang MAHA BERKUASA melainkan ALLAH

AL-JABBAR

Tiada yang MAHA KUAT melainkan ALLAH

AL-MUTAKABBIR

Tiada yang MAHA MEMILIKI KEBESARAN melainkan ALLAH

AL-KHALIQ

Tiada yang MAHA PENCIPTA melainkan ALLAH

AL-BARI

Tiada yang MAHA MENJADIKAN melainkan ALLAH

AL-MUSAWWIR

Tiada yanh MAHA PEMBENTUK melainkan ALLAH

AL-GHAFFAR

Tiada yang MAHA PENGAMPUN melainkan ALLAH

AL-QAHHAR

Tiada yang MAHA MENENTUKAN melainkan ALLAH

AL-WAHHAB

Tiada yang MAHA PEMBERI melainkan ALLAH

AR-RAZZAQ

Tiada yang MAHA PEMBERI REZEKI melainkan ALLAH

AL-FATTAH

Tiada yanh MAHA PEMBUKA melainkan ALLAH

AL-ALIM

Tiada yang MAHA MENGETAHUI melainkan ALLAH

AL-QABIDH

Tiada yang MAHA PENGEKANG melainkan ALLAH

AL-BASIT

MAHA MELIMPAHKAN NIKMAT

AL-HAFIDD

Tiada yang MAHA MERENDAHKAN melainkan ALLAH

AR-RAFI’

Tiada yang MAHA MENINGGIKAN melainkan ALLAH

AL-MU’IZ

Tiada yang MAHA MEMULIAKAN
melainkan ALLAH

AL-MUZIL

Tiada yang MAHA MENGHINAKAN melainkan ALLAH

AS-SAMI’

Tiada yang MAHA MENDENGAR melainkan ALLAH

AL-BASIR

Tiada yang MAHA MELIHAT melainkan ALLAH

AL-HAKAM

Tiada yang MAHA PENGHUKUM melainkan ALLAH

AL-‘ADL

Tiada yang MAHA ADIL melainkan ALLAH

AL-LATIF

Tiada yang MAHA LEMBUT Melainkan ALLAH

AL-KHABIR

Tiada yang MAHA MENGETAHUI Melainkan ALLAH

AL-HALIM

Tiada yang MAHA PENYANTUN/SABAR Melainkan ALLAH

AL-‘AZIM

Tiada yang MAHA AGUNG Melainkan ALLAH

AL-GHAFUR

Tiada yang MAHA PENGAMPUN Melainkan ALLAH

ASY-SYAKUR

Tiada yang MAHA BERSYUKUR Melainkan ALLAH

AL-‘ALIY

Tiada yang MAHA TINGGI Melainkan ALLAH

AL-KABIR

Tiada yanh MAHA BESAR Melainkan ALLAH

AL-HAFIZ

Tiada yang MAHA PEMELIHARA Melainkan ALLAH

AL-MUQIT

Tiada yang MAHA PENJAGA Melainkan ALLAH

AL-HASIB

Tiada yang MAHA PENGHITUNG Melainkan ALLAH

AL-JALIL

Tiada yang MAHA SEMPURNA Melainkan ALLAH

AL-KARIM

Tiada yang MAHA PEMURAH Melainkan ALLAH

AR-RAQIB

Tiada yang MAHA MENGAWASI Melainkan ALLAH

AL-MUJIB

Tiada yang MAHA MENGABULKAN Melainkan ALLAH

AL-WASI’

Tiada yang MAHA LUAS Melainkan ALLAH

AL-HAKIM

Tiada yang MAHA BIJAKSANA Melainkan ALLAH

AL-WADUD

Tiada yang MAHA MENGASIHANI Melainkan ALLAH

AL-MAJID

Tiada yang MAHA MULIA Melainkan ALLAH

AL-BA’ITS

Tiada yang MAHA MEMBANGKITKAN Melainkan ALLAH

ASY-SYAHID

Tiada yang MAHA MENYAKSIKAN Melainkan ALLAH

AL-HAQ

Toada yang MAHA BENAR Melainkan ALLAH

AL-WAKIL

Tiada yang MAHA PENTADBIR Melainkan ALLAH

AL-QAWIY

Tiada yang MAHA KUAT Melainkan ALLAH

AL-WALIY

Tiada yang MAHA PELINDUNG Melainkan ALLAH

AL-MATIN

Tiada yang MAHA TEGUH Melainkan ALLAH

AL-HAMID

Tiada yang MAHA TERPUJI Melainkan ALLAH

AL-MUHSI

Tiada yang MAHA PENGHITUNG Melainkan ALLAH

AL-MUBDI

Tiada yang MAHA MEMULAI Melainkan ALLAH

AL-MU’ID

Tiada yang MAHA MENGEMBALIKAN Melainkan ALLAH

AL-MUHYI

Tiada yang MAHA MENGHIDUPKAN Melainkan ALLAH

AL-MUMIT

Tiada yanh MAHA MEMATIKAN Melainkan ALLAH

AL-HAYY

Tiada yang MAHA HIDUP Melainkan ALLAH

AL-QAYYUM

Tiada yangbMAHA BERDIRI SENDIRI Melainkan ALLAH

AL-WAJID

Tiada yang MAHA PENEMU Melainkan ALLAH

AL-MAJID

Tiada yang MAHA MULIA Melainkan ALLAH

AL-WAHID

Tiada yang MAHA ESA Melainkan ALLAH

AL-AHAD

Tiada yang MAHA ESA (SATU) Melainkan ALLAH

AS-SAMAD

Tiada yang TEMPAT BERGANTUNG Melainkan ALLAH

AL-QADIR

Tiada yang MAHA BERUPAYA Melainkan ALLAH

AL-MUKTADIR

Tiada yang MAHA BERKUASA Melainkan ALLAH

AL-MUKADDIM

Tiada yang MAHA MENYEGERAKAN Melainkan ALLAH

AL-MUAKHIR

Tiada yang MAHA MENGAKHIRKAN Melainkan ALLAH

AL-AWWAL

Tiada YANG PERTAMA Melainkan ALLAH

AL-AKHIR

Tiada yYANG AKHIR Melainkan ALLAH

AZ-ZAHIR

Tiada YANG ZAHIR Melainkan ALLAH

AL-BATIN

Tiada YANG BATIN Melainkan ALLAH

AL-WALI

Tiada YANG MEMERINTAH Melainkan ALLAH

AL-MUTA’ALI

Tiada yang MAHA TINGGI & MULIA Melainkan ALLAH

AL-BARR

Tiada yang MAHA BAIK Melainkan ALLAH

AT-TAWWAB

Tiada yanh MAHA PENERIMA TAUBAT Melainkan ALLAH

AL-MUNTAQIM

Tiada yang MAHA PENGHUKUM Melainkan ALLAH

AL-‘AFUW

Tiada yangbMAHA PEMAAF Melainkan ALLAH

AR-RAUF

Tiada yanhbMAHA BELAS KASIHAN Melainkan ALLAH

MALIKUL-MULK

Tiada yang MAHA PEMILIK KERAJAAN Melainkan ALLAH

DZUL-JALALI

Tiada yanhbMAHA MEMILIKI KEAGUNGAN & KEMULIAAN Melainkan ALLAH

AL-MUQSIT

Tiada yangbPEMILIK KEADILAN Melainkan ALLAH

AL-JAMI’

Tiada yang MAHA MENGUMPULKAN Melainkan ALLAH

AL-GHANIY

Tiada yang MAHA KAYA Melainkan ALLAH

AL-MUGHNI

Tiada YANG MAHA MEMAKMURKAN Melainkan ALLAH

AL-MANI’

Tiada yang MAHA PENCEGAH Melainkan ALLAH

AD-DARR

Tiada yanh MAHA MENDATANGKAN Melainkan ALLAH

AN-NAFI’

Tiada YANG MEMBERI MANFAAT Melainkan ALLAH

AN-NUR

Tiada yang MAHA PEMBERI CAHAYA Melainkan ALLAH

AL-HADI

Tiada yang MAHA PEMBERI PETUNJUK Melainkan ALLAH

AL-BADI’

Tiada yang MAHA PENCIPTA KEINDAHAN Melainkan ALLAH

AL-BAQI

Tiada yang MAHA KEKAL Melainkan ALLAH

AR-WARITS

Tiada yang MAHA MEWARISI Melainkan ALLAH

AR-RASYID

Tiada yang MAHA PEMBERI PETUNJUK Melainkan ALLAH

AS-SABUR

Tiada yang MAHA PENYABAR Melainkan ALLAH

TETAP BERADA DIATAS JALAN YANG LURUS

July 8, 2014

TETAP BERADA DIATAS JALAN YANG LURUS

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 67)
لِّكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُۖ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِۚ وَادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُّسْتَقِيمٍ

Bagi tiap-tiap umat, Kami adakan satu syariat yang tertentu untuk mereka ikuti dan jalankan, maka janganlah ahli-ahli syariat yang lain
membantahmu dalam urusan syariaatmu; dan serulah (wahai Muhammad) umat manusia kepada ugama Tuhanmu, kerana sesungguhnya engkau adalah berada di atas jalan yang lurus.

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 68)
وَإِن جَادَلُوكَ فَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan jika mereka mengemukakan bantahan kepadamu, maka katakanlah: “Allah Amat” mengetahui akan apa yang kamu lakukan.

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 69)
اللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Allah akan menghukum di antara kamu semua pada hari kiamat, mengenai apa yang kamu berselisihan padanya”.

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 70)
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Bukankah engkau telah mengetahui bahawasanya Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi? Sesungguhnya yang demikian itu ada tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz); sesungguhnya hal itu amatlah mudah bagi Allah.

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 71)
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَا لَيْسَ لَهُم بِهِ عِلْمٌۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

Dan mereka menyembah yang lain dari Allah iaitu benda-benda yang Allah tidak menurunkan sebarang keterangan membenarkannya, dan yang mereka tidak mempunyai sebarang pengetahuan mengenainya dan (ingatlah) tiadalah bagi orang-orang yang zalim (dengan perbuatan syirik) itu sesiapapun yang dapat memberikan pertolongan (di dunia dan di akhirat).

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 72)
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَاۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُواۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas nyata, engkau akan dapat melihat pada muka orang-orang yang kafir itu tanda marah dan benci, hampir-hampir mereka hendak menerkam dan menyerang orang-orang
yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah (wahai
Muhammad): “Jika demikian, mahukah, aku khabarkan kepada kamu: yang lebih buruk lagi daripada apa yang telah menyebabkan kemarahan kamu itu? Ialah neraka yang telah dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang kafir, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali! “

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 73)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Wahai umat manusia, inilah diberikan satu misal perbandingan, maka dengarlah mengenainya dengan bersungguh-sungguh. Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah, yang lain dari Allah itu, tidak sekali-kali akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya; dan jika lalat itu mengambil sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat mengambilnya balik daripadanya. (Kedua-duanya lemah belaka), lemah yang meminta (dari mendapat hajatnya), dan lemah yang diminta (daripada menunaikannya).

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 74)
مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Mereka (yang kafir musyrik) itu tidak menghormati Allah menurut penghormatan yang selayaknya (sebagaimana yang ditetapkanNya); sesungguhnya Allah adalah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 75)
اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Allah memilih utusan-utusanNya dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 76)
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۗ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Ia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka; dan kepada Allah jualah kembalinya segala urusan.

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 77)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ۩

Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah serta sujudlah, dan beribadatlah kepada Tuhan kamu (dengan mentauhidkanNya), serta kerjakanlah amal-amal kebajikan; supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat).

22.Surah Al-Ĥaj (Verse 78)
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya Dia lah yang memilih kamu (untuk mengerjakan suruhan ugamanya); dan Ia tidak menjadikan kamu menanggung sesuatu keberatan dan susah payah dalam
perkara ugama, ugama bapa kamu Ibrahim. Ia menamakan kamu: “orang-orang Islam” semenjak dahulu dan di dalam (Al-Quran) ini, supaya Rasulullah (Muhammad) menjadi saksi yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu, dan supaya kamu pula layak menjadi orang-orang yang memberi keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah). Oleh itu, dirikanlah sembahyang, dan berilah zakat, serta berpegang teguhlah kamu kepada Allah! Dia lah Pelindung kamu. Maka (Allah yang demikian sifatNya) Dia lah sahaja sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemberi pertolongan.

IMAM MEMBERI PETUNJUK

July 8, 2014

IMAM MEMBERI PETUNJUK

2.Surah Al-Baqarah (Verse 124)
وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًاۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِيۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah), ketika Nabi Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa Kalimah (suruhan dan larangan), maka Nabi Ibrahim pun menyempurnakannya.
(Setelah itu) Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku melantikmu menjadi Imam (Pemimpin ikutan) bagi umat manusia”. Nabi Ibrahim pun memohon dengan berkata: “(Ya Tuhanku!) Jadikanlah juga (apalah jua kiranya) dari keturunanku (pemimpin-pemimpin ikutan)”. Allah berfirman:
“(Permohonanmu diterima, tetapi) janjiKu ini tidak akan didapati oleh
orang-orang yang zalim.”

PETUNJUK

2.Surah Al-Baqarah (Verse 2)
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَۛ فِيهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa;

2.Surah Al-Baqarah (Verse 97)
قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Sesiapa memusuhi Jibril maka sebabnya ialah kerana Jibril itu menurunkan Al-Quran ke dalam hatimu dengan izin Allah, yang
mengesahkan kebenaran Kitab-kitab yang ada di hadapannya (yang
diturunkan sebelumnya), serta menjadi petunjuk dan memberi khabar gembira kepada orang-orang yang beriman”.

2.Surah Al-Baqarah (Verse 137)
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنتُم بِهِ فَقَدِ اهْتَدَواۖ وَّإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Maka kalau mereka beriman sebagaimana kamu beriman (dengan Kitab-kitab Allah dan Rasul-rasulnya), maka sesungguhnya mereka telah beroleh petunjuk; dan jika mereka berpaling (serta tidak mahu beriman dengan sebenar-benar iman) maka sesungguhnya mereka akan tinggal berkekalan dalam perbalahan dan permusuhan (dengan kamu); oleh itu (janganlah engkau khuatir wahai Muhammad) kerana Allah akan memeliharamu (dan umatmu) dari kejahatan mereka; dan Dia lah jua Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

2.Surah Al-Baqarah (Verse 156)
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah
jualah kami kembali.”

2.Surah Al-Baqarah (Verse 157)
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya.

2.Surah Al-Baqarah (Verse 159)
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِۙ أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayah, sesudah Kami menerangkannya
kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.

ALLAH TIDAK AKAN MEMBERI PETUNJUK DAN HIDAYAH KEPADA ORANG-ORANG ZALIM IAITU ORANG YANG MENSYIRIKKAN ALLAH

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 86)
كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Bagaimana Allah akan memberi petunjuk hidayah kepada sesuatu kaum yang kufur ingkar sesudah mereka beriman, dan juga sesudah mereka menyaksikan bahawa Rasulullah (Nabi Muhammad) itu adalah benar, dan telah datang
pula kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata. Dan
(ingatlah), Allah tidak akan memberikan petunjuk hidayahNya kepada kaum yang zalim.

ORANG ZALIM MENURUT AL-Quran

30.Surah Ar-Rūm (Verse 29)
بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍۖ فَمَن يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

Orang-orang yang zalim itu (tidak berfikir), bahkan menurut hawa nafsu mereka (melakukan syirik) dengan tidak berdasarkan pengetahuan. Maka tiada sesiapa yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan oleh Allah (disebabkan bawaannya sendiri), dan tiada pula bagi mereka sesiapa yang dapat menolong melepaskan mereka dari azab.

17.Surah Al-’Isrā’ (Verse 71)
يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْۖ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

(Ingatlah) hari Kami menyeru tiap-tiap kumpulan manusia dengan nama imamnya; kemudian sesiapa diberikan Kitabnya di tangan kanannya, maka mereka itu
akan membacanya (dengan sukacita), dan mereka tidak dikurangkan (pahala amal-amalnya yang baik) sedikitpun.

25.Surah Al-Furqān (Verse 74)
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang berdoa
dengan berkata: “Wahai Tuhan kami, berilah kami beroleh dari isteri-isteri dan zuriat keturunan kami: perkara-perkara yang menyukakan hati melihatnya, dan jadikanlah kami imam ikutan bagi orang-orang yang
(mahu) bertaqwa.

ALINSANU SIRRI, WA ANA SIRRUHU, WASIRRI SIFATI WASIFATI LAGHOIRIHI…………

July 8, 2014

ALINSANU SIRRI, WA ANA SIRRUHU, WASIRRI SIFATI WASIFATI LAGHOIRIHI…………

Insan itu rahasiahKu, Aku rahsia insan, rahasia itu adalah sifatKu, sifatKu tiada lain adalah Aku…..

Firman Allah

57.Surah Al-Ĥadīd (Verse 3)
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir; dan Yang Zahir serta Yang Batin; dan Dia lah Yang Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Ddalam firman Allah seperti diatas Allah telah memberitahu bahawa Allahlah segala-galanya. Yang awal, yang akhir, yang zahir dan yang batin kesemuanya ialah Allah..

Untuk meringkaskannya, yang awal iaitu zat Allah, yang akhir iaitu asma’ Allah, yang zahir iaitu afa’al Allah dan yang batin iaitu sifat Allah…

Kalau disusun mengikut susunan ialah kenyataan zat Allah iaiatu Dialah yang Awal, kenyataan sifat Allah Dialah yang batin, kenyataan asma’ Allah Dialah yang akhir, kenyataan afa’al Allah Dialah yang zahir…

“Aku ini perbendaharaan tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal, kemudian Aku menciptakan makhluk-Ku, dengan Allah-lah mereka mengenal Aku…”.
(hadits qudsi)

TANDA-TANDA KENYATAAN ALLAH

51.Surah Adh-Dhāriyāt (Verse 20)
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang-orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,

51.Surah Adh-Dhāriyāt (Verse 21)
وَفِي أَنفُسِكُمْۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?

Badan diri kita dan keseluruh isi alam adalah kenyataan zat, sifat, asmak dan afa’al Allah..

Ini adalah satu kenyataan dan yang sebenar-benarnya…

Mari sama-sama kita menyelami disebalik kehidupan seharian kita, apa sebenarnya yang kita semua rasai.

Tanyalah diri sendiri, apakah semuanya ini, adakah dunia ini dan badan diri kita sendiri ada ujud sendiri atau kesemua ini adalah sedang menyatakan wujud Allah…

Jika telah mendapat pengertian bahawa semua ini adalah kenyataan Allah, lihatlah pada badan diri sendiri apa yang sedang dirasai, adalah kita sedang merasai ujud badan diri sendiri atau kita sedang merasai akan wujud Allah…

Allah telah memberitahu kepada kita melalui firman-firman nya didalam Al-Quran bahawa pada bumi dan pada diri kita terdapat tanda-tanda wujud Allah … Yang membawa maksud dunia dan badan diri kita adalah pentajalian zat, sifat, asma’ dan afa’al Allah…

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 190)
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi
orang-orang yang berakal;

4.Surah An-Nisā’ (Verse 174)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُّبِينًا

Wahai sekalian umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu: Bukti dari Tuhan kamu, dan Kami pula telah menurunkan kepada kamu (Al-Quran sebagai) Nur (cahaya) yang menerangi (segala apa jua yang membawa kejayaan di dunia ini dan kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak).

6.Surah Al-’An`ām (Verse 104)
قَدْ جَاءَكُم بَصَائِرُ مِن رَّبِّكُمْۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِۖ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَاۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ

(Katakanlah wahai Muhammad): “Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan-keterangan (dalil-dalil dan bukti) dari Tuhan kamu; oleh itu sesiapa melihat (kebenaran itu serta menerimanya) maka faedahnya terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa buta (dan enggan menerimanya) maka bahayanya tertimpalah ke atas dirinya sendiri. Dan tiadalah aku berkewajipan menjaga dan mengawasi kamu”.

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 190)
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi
orang-orang yang berakal;

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 191)
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): “Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.

ALLAH SENDIRI TELAH MENJELASKAN TERDAPAT PELBAGAI CARA UNTUK MENCAPAI KEPADA IKTIQAD TAUHID SETERUSNYA MAKRIFATULLAH DIDALAM AL-QURAN

17.Surah Al-’Isrā’ (Verse 41)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا

Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan jalan-jalan menetapkan iktiqad dan tauhid dengan berbagai cara di dalam Al-Quran ini supaya mereka beringat (memahami dan mematuhi kebenaran); dalam pada itu, penerangan yang berbagai cara itu tidak menjadikan mereka melainkan bertambah liar.

Lagi firman Allah

50.Surah Qāf (Verse 16)
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Dan demi sesungguhnya, Kami telah mencipta manusia dan Kami sedia
mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, sedang Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

SALAH SATU CARA UNTUK MENCAPAI KEPADA IKTIQAD TAUHID DAN MAKRIFATULLAH

FIRMAN ALLAH

33.Surah Al-’Aĥzāb (Verse 41)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman, (untuk bersyukur kepada Allah) ingatlah serta sebutlah nama Allah dengan ingatan serta sebutan yang
sebanyak-banyaknya;

33.Surah Al-’Aĥzāb (Verse 42)
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan bertasbihlah kamu kepadaNya pada waktu pagi dan petang.

25.Surah Al-Furqān (Verse 58)
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Dan berserahlah engkau kepada Allah Tuhan Yang Hidup, yang tidak mati; serta bertasbihlah dengan memujiNya; dan cukuplah Ia mengetahui secara mendalam akan dosa-dosa hambaNya;

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

CARA PERLAKSANAAN ATAU MEMPRAKTIKKAN FIRMAN ALLAH SEPERTI DIATAS KEDALAM KEHIDUPAN SEHARIAN KITA

Didalam keterangan diatas kita telah mengetahui bahawa Yang awal, yang akhir, yang zahir dan yang batin kesemuanya ialah Allah..

Untuk meringkaskannya, yang awal iaitu zat Allah, yang akhir iaitu asma’ Allah, yang zahir iaitu afa’al Allah dan yang batin iaitu sifat Allah…

Kalau disusun mengikut susunan ialah kenyataan zat Allah iaiatu Dialah yang Awal, kenyataan sifat Allah Dialah yang batin, kenyataan asma’ Allah Dialah yang akhir, kenyataan afa’al Allah Dialah yang zahir…

Keterangan diatas juga menerangkan tentang Ada dan EsaNya Allah

76.Surah Al-’Insān (Verse 1)
هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا

Bukankah telah berlalu kepada manusia satu ketika dari masa (yang beredar), sedang ia (masih belum wujud lagi, dan) tidak menjadi sesuatu benda yang disebut-sebut,

51.Surah Adh-Dhāriyāt (Verse 20)
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang-orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,

51.Surah Adh-Dhāriyāt (Verse 21)
وَفِي أَنفُسِكُمْۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?

Badan diri kita dan keseluruh isi alam adalah kenyataan zat, sifat, asmak dan afa’al Allah.. Iaitu kenyataan Ada Allah

UNTUK MENCAPAI KEPADA IKTIQAD TAUHID HENDAKLAH KITA MEMPRAKTIKKAN FIRMAN ALLAH

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

CARANYA

TUMPUKAN RASA PERASAAN KITA KEPADA RASA ADA YANG SEDANG KITA RASAI SEKARANG INI DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN, SETELAH TENGGELAM DIDALAM RASA ADA YANG SEDANG DIRASAI, ADAKAN PENGAKUAN BAHAWA ADA YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH ADA ALLAH HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA

Lakukan praktikal ini sehingga sampai kita dapat merasakan ada Allah.

Setelah sampai didalam keadaan kita sedang merasa ada Allah, teruskan berpraktikal dengan cara yang sama…

TENGGELAMKAN RASA PERASAAN KEDALAM RASA YANG SEDANG MERASA ADA ALLAH DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN, DIDALAM MASA YANG SAMA ADAKAN PENGAKUAN YANG SEDANG MERASA ADA ALLAH ITU ALLAH SENDIRI HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA…

“Aku ini perbendaharaan tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal, kemudian Aku menciptakan makhluk-Ku, dengan Allah-lah mereka mengenal Aku…”.
(hadits qudsi)

ADAKAN PENGAKUAN BAHAWA ALLAH ITU ADALAH ALLAH…

June 24, 2014

ADAKAN PENGAKUAN BAHAWA ALLAH ITU ADALAH ALLAH…

96.Surah Al-`Alaq (Verse 1)
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekalian makhluk),

Mengakulah bahawa melihat, mendengar dan berkata-kata yang ternyata keatas badan dirimu sendiri itu. Sebenarnya adalah

51.Surah Adh-Dhāriyāt (Verse 20)
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang-orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,

51.Surah Adh-Dhāriyāt (Verse 21)
وَفِي أَنفُسِكُمْۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?

DAN JUGA

57.Surah Al-Ĥadīd (Verse 3)
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir; dan Yang Zahir serta Yang Batin; dan Dia lah Yang Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Ddalam firman Allah seperti diatas Allah telah memberitahu bahawa Allahlah segala-galanya. Yang awal, yang akhir, yang zahir dan yang batin kesemuanya ialah Allah..

Maka adakan pengakuan bahawa Allah itu adalah Allah

بسم الله

IAITU ب = Basor – YANG MELIHAT

Sim = س = Sama’ = YANG MENDENGAR

Mim = م = mutakalliman = Yang berkata-kata.

IALAH Allah = الله

Basor, sama’ dan mutakalliman ialah sifat Allah, Bukan sifat selain dari Allah..

Diawal setiap pekerjaan hendak didahulukan dengan بسم الله = Faham bahawa (ب ) melihat itu sifat Allah,

(س ) Dengar itu adalah sifat Allah

(م ) Yang berkata-kata atau bercakap itu adalah sifat Allah…

Basor, sama’ dan Mutakalliman (Pandang, Dengar dan Bercakap) itu bukanlah sifat diri kita sendiri (yang selama ini telah disangka ada)…

Dengan mula menyedari bahawa basor, sama’ dan Mutakalliman بسم = adalah sifat Allah = بسم الله = bermakna disetiap permulaan didalam segala perbuatan kita telah pun mentauhidkan Allah … Mengaku yang Allah adalah Allah

76.Surah Al-’Insān (Verse 2)
إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Kami telah aturkan cara mencipta manusia bermulanya dari air mani yang bercampur (dari pati benih lelaki dan perempuan), serta Kami tetap mengujinya (dengan kewajipan-kewajipan); oleh itu maka Kami jadikan dia berkeadaan mendengar dan melihat.

CARA PERLAKSANANANYA

Bangun saja dari tidur, kita sudah buka mata, Apabila terbuka mata, kita sudah mula melihat alam keliling.

Ketika kita sedang merasa kita yang melihat alam sekeliling, tumpukan kepada sebulat-bulat tumpuan kepada penglihatan itu dengan sebulat-bulat tumpuan, setelah tertumpu dengan sebulat tumpuan kepada penglihatan yang sedang dirasai itu mengakulah bahawa sifat melihat yang sedang dirasai itu adalah sifaf Allah hanya dengan menyebut Allah sebanyak-banyaknya…

Ketika kita sedang merasa kita yang mendengar, tumpukan sebulat-bulat tumpuan kepada pendengaran itu dengan sebulat-bilat tumpuan, setelah tertumpu dengan sebulat tumpuan kepada pendengaran yang sedang dirasai itu mengakulah bahawa sifat mendengar yang sedang dirasai itu adalah sifaf Allah hanya dengan menyebut Allah sebanyak-banyaknya…

Ketika kita sedang merasa kita yang bercakap, tumpukan kepada sebulat-bulat tumpuan kepada percakapan itu dengan sebulat-bilat tumpuan, setelah tertumpu dengan sebulat tumpuan kepada percakapan yang sedang dirasai itu mengakulah bahawa sifat bercakap yang sedang dirasai itu adalah sifaf Allah hanya dengan menyebut Allah sebanyak-banyaknya…

Melihat, mendengar dan berkata-kata adalah sifat Allah, Allah nyatakan sifat-sifatnya untuk memperkenalkan dirinya bukan untuk disekutukan dengannya..

Cara ini adalah berdasarkan kepada firman Allah

33.Surah Al-’Aĥzāb (Verse 41)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman, (untuk bersyukur kepada Allah) ingatlah serta sebutlah nama Allah dengan ingatan serta sebutan yang
sebanyak-banyaknya;

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

96.Surah Al-`Alaq (Verse 2)
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ

Ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku;

96.Surah Al-`Alaq (Verse 3)
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, -

Tetaplah bahawa melihat, mendengar dan berkata-kata itu sebenarnya adalah sifat-sifat Allah sendiri yang telah dinyatakan untuk menyatakan akan DiriNya sendiri

Untuk itu teruskanlah dan hendaknya sentiasalah mengadakan pengakuan bahawa melihat, mendengar dan berkata-kata itu adalah sifat Allah sendiri dengan cara sedar akan sifat yang sedang disedari dengan sebulat-bulat kesedaran dengan sepenuh tumpuan..

Adakan pengakuan bahawa sifat melihat, mendengar dan berkata-kata yang sedang dirasai ini adalah sifat Allah sendiri hanya menyebut Nama Allah sebanyak-banyaknya, sehinggalah sampai kepada Allah sendiri yang menyedari Allah yang sedang melihat, Allah sendiri yang sedang mendengar dan Allah sendiri yang sedang berkata-kata..

Hanya dengan menyebut Allah sebanyak-banyaknya, semasa sedang merasai dan menikmati sifat-sifat yang berkaitan dengan sebulat-bulat tumpuan san kesedaran, secara tidak diaedari arau secara automatik sudah mengadakan pengakuan Yang Allah adalah Allah

AKU RAHSIA INSAN INSAN RAHSIA AKU RAHSIA ITU ADALAH SIFAT AKU SIFAT AKU BULAN LAIN SARIPADA AKU..

96.Surah Al-`Alaq (Verse 4)
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan, -

96.Surah Al-`Alaq (Verse 5)
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

96.Surah Al-`Alaq (Verse 6)
كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ

Ingatlah! Sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas,

96.Surah Al-`Alaq (Verse 7)
أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ

Dengan sebab ia melihat dirinya sudah cukup apa yang dihajatinya.

INGATLAH SESUNGGUHNYA JENIS MANUSIA INI TETAP INGIN MENGAKUI AKAN KEBERADAAN DIRI SENDIRI DISAMPING ADA ALLAH..

96.Surah Al-`Alaq (Verse 8)
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ

(Ingatlah) sesungguhnya kepada Tuhanmu lah tempat kembali.

AKUILAH YANG ALLAH ADALAH ALLAH DENGAN MELAKSANAKAN CARA

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

96.Surah Al-`Alaq (Verse 9)
أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ

Adakah engkau nampak (baiknya) orang yang melarang (dan menghalang) -

96.Surah Al-`Alaq (Verse 10)
عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ

Seorang hamba Allah apabila ia mengerjakan sembahyang?

96.Surah Al-`Alaq (Verse 11)
أَرَأَيْتَ إِن كَانَ عَلَى الْهُدَىٰ

Adakah engkau nampak (buruknya) jika ia berada di atas jalan yang betul? -

96.Surah Al-`Alaq (Verse 12)
أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰ

Atau ia menyuruh orang bertaqwa (jangan melakukan syirik)?

YANG ALLAH TELAH MENJELASKAN DIDALAM FIRMANNYA YANG LAIN

17.Surah Al-’Isrā’ (Verse 41)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا

Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan jalan-jalan menetapkan iktiqad dan tauhid dengan berbagai cara di dalam Al-Quran ini supaya mereka beringat (memahami dan mematuhi kebenaran); dalam pada itu, penerangan yang berbagai cara itu tidak menjadikan mereka melainkan bertambah liar.

96.Surah Al-`Alaq (Verse 13)
أَرَأَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

Adakah engkau nampak, jika ia mendustakan serta ia berpaling ingkar?

96.Surah Al-`Alaq (Verse 14)
أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ

Tidakkah ia mengetahui bahawa sesungguhnya Allah melihat.

96.Surah Al-`Alaq (Verse 15)
كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ

Jangan sekali-kali berlaku derhaka! Demi sesungguhnya jika ia tidak berhenti (dari perbuatannya yang buruk itu), nescaya Kami akan menyentap ubun-ubunnya (dan menyeretnya ke dalam neraka), -

96.Surah Al-`Alaq (Verse 16)
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

Ubun-ubun (orang) yang berdusta, yang bersalah.

Malaikat Isrofil:- ialah Pekerjaan Allah yang meniup sangkakala (memasuk dan mengeluarkan nafas) tiupan yang pertama rosak binasa sekalian alam (mati) iaitu masuknya nafas, tiupan yang kedua hidup kembali iaitu keluarnya nafas,

Ini ditunjukkan didalam firman Allah

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 27)
تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Engkaulah (wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang, dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati, dan
Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya..

Pekerjaan Allah yang meniup sangkakala dinamakan dengan nama Malaikat Isrofil bernyawa lemah lembut (ya latif)

Nafas kita ialah afa’al bagi roh, roh itu menyatakan nufus iaitu yang tidak masuk dan keluar.

Disinilah pertemuan diantara hamba dengan tuhan. Dipanggil makam Al-fatihah @ sebenar bismillah @ nur muhammad. Apabila berlaku perhimpunan nafas, anfas, tanafas dan nufus dipanggil roh izofi, roh izofi itulah roh kudus, roh kudus itulah ruhullah ( keseluruhan itu dipanggil amar robbi – pekerjaan tuhan) kenyataannya pada ubun2.

Tidak ada satu pun yang melata melainkan Dia yang menguasai ubun-ubunnya. Dan Tuhanku adalah di atas jalan yang lurus. ( Ayat 56 : Surah Hud )

11.Surah Hūd (Verse 56)
إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ مَّا مِن دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَاۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Kerana sesungguhnya aku telah berserah diri kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu! Tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk yang bergerak di muka bumi melainkan Allah jualah yang menguasainya. Sesungguhnya Tuhanku tetap di atas jalan yang lurus.

Ialah sidrotul muntaha, pintu loh mahfuz, pintu langit.

Kembali kerahmatullah ialah sentiasa duduk didalam afa’al Allah.

96.Surah Al-`Alaq (Verse 16)
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

Ubun-ubun (orang) yang berdusta, yang bersalah.

96.Surah Al-`Alaq (Verse 17)
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ

Kemudian biarlah ia memanggil kumpulannya (untuk menyelamatkannya),

96.Surah Al-`Alaq (Verse 18)
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ

Kami pula akan memanggil malaikat Zabaniyah (untuk menyeksanya)!

96.Surah Al-`Alaq (Verse 19)
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِب۩

Ingatlah! Janganlah engkau menurut kehendaknya, dan (sebaliknya)
sujudlah dan dampingkanlah dirimu kepada Allah.

MAKSUDNYA SENTIASA ADAKAN PENGAKUAN YANG ALLAH ADALAH ALLAH DENGAN MELAKSANAKAN FIRMAN ALLAH

33.Surah Al-’Aĥzāb (Verse 42)
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan bertasbihlah kamu kepadaNya pada waktu pagi dan petang.

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah akan nama Tuhanmu, serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

BANGUN SAHAJA DARI TIDUR, SEDARLAH DAN TUMPUKAN SEBULAT-BULAT KESADARAN KEPADA SIFAT MELIHAT, MENDENGAR DAN BERKATA-KATA (DILAKUKAN SATU PER SATU)..

Contoh setelah bangun sahaja dari tidur, sedarlah kepada sifat melihat dan tumpukan sebulat-bulat tumpuan kepada perbuatan sedang melihat itu didalam masa yang sama akuilah sifat melihat yang disedari dengan sebulat-bulat tumpuan itu adalah sifat Basor Allah dengan hanya menyebut Allah sebanyak-banyaknya..

Sebut Allah hendaklah beserta dengan tumpuan kesedaran kepada mana-mana sifat yang disedari dengan sepenuh atau sebulat-bulat tumpuan..

SETELAH MENYEDARI AKAN KEBERADAAN KITA HENDAKLAH SENTIASA DIAKUI ADA YANG SEDANG DISEDARI DAN DIRASAI ITU ADALAH ADA ALLAH HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA TANPA PUTUS…

33.Surah Al-’Aĥzāb (Verse 41)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah serta sebutlah nama Allah dengan ingatan serta sebutan yang
sebanyak-banyaknya;

DIDALAM MENYEBUT DAN MENGINGAT ALLAH KITA SEMUA TIDAK TERKECUALI DARIPADA APA YANG TELAH DIFIRMANKAN OLEH ALLAH

8.Surah Al-’Anfāl (Verse 2)
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka;
dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman, dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah.

39.Surah Az-Zumar (Verse 45)
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Dan (di antara keburukan orang-orang yang melakukan syirik): apabila disebut nama Allah semata-mata (di dalam doa dan sebagainya), segan serta liarlah hati mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat; dan apabila disebut nama-nama yang mereka sembah dan puja yang lain dari Allah, mereka dengan serta merta riang dan gembira.

BERTANYALAH KEPADA AHLUZZIKIR

June 24, 2014

BERTANYALAH KEPADA AHLUZZIKIR

21.Surah Al-’Anbyā’ (Verse 7)
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْۖ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka (bukan malaikat); maka bertanyalah kamu kepada AhluzZikri” jika kamu tidak mengetahui.

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 135)
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka – dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa
melainkan Allah -, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya).

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

Semasa melakukan perbuatan keji, sedarlah kepada perlakuan itu dengan sepenuh kesedaran, didalam masa yang sama sebutlah Allah sebanyak-banyaknya

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 136)
أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَاۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Orang-orang yang demikian sifatnya, balasannya ialah keampunan dari Tuhan mereka, dan Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) orang-orang yang beramal.

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 137)
قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Sesungguhnya telah berlaku sebelum kamu (contoh kejadian-kejadian berdasarkan) peraturan-peraturan Allah yang tetap; oleh itu mengembaralah kamu di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul).

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 138)
هَٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ

(Al-Quran) ini ialah penerangan kepada seluruh umat manusia, dan petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa.

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 139)
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan janganlah kamu merasa lemah (dalam perjuangan mempertahan dan menegakkan Islam), dan janganlah kamu berdukacita (terhadap apa yang akan menimpa kamu), padahal kamulah orang-orang yang tertinggi (mengatasi musuh dengan mencapai kemenangan) jika kamu orang-orang yang (sungguh-sungguh) beriman.

Peristiwa Nabi Yunus AS

37.Surah Aş-Şāffāt (Verse 142)
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

Setelah itu ia ditelan oleh ikan besar, sedang ia berhak ditempelak.

37.Surah Aş-Şāffāt (Verse 143)
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

Maka kalaulah ia bukan dari orang-orang yang sentiasa mengingati Allah (dengan zikir dan tasbih),

37.Surah Aş-Şāffāt (Verse 144)
لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Tentulah ia akan tinggal di dalam perut ikan itu hingga ke hari manusia dibangkitkan keluar dari kubur.

37.Surah Aş-Şāffāt (Verse 145)
فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ

Oleh itu Kami campakkan dia keluar (dari perut ikan) ke tanah yang tandus (di tepi pantai), sedang ia berkeadaan sakit.

Peristiwa Nabi Zakaria

3.Surah ‘Āli `Imrān (Verse 41)
قَالَ رَبِّ اجْعَل لِّي آيَةًۖ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًاۗ وَاذْكُر رَّبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Nabi Zakaria berkata lagi: “Wahai Tuhanku! Jadikanlah bagiku satu tanda (yang menunjukkan isteriku mengandung)”. Allah berfirman: “Tandamu itu ialah engkau tidak akan dapat berkata-kata dengan orang ramai selama tiga hari (tiga malam) melainkan dengan isyarat sahaja; dan ingatlah kepada Tuhanmu (dengan berzikir) banyak-banyak, dan bertasbihlah memuji Allah (dengan mengerjakan sembahyang), pada waktu malam dan pada waktu pagi”.

MAKA MENJADI KEWAJIPAN KEPADA KITA SEMUA MELAKSANAKAN FIRMAN ALLAH SEPERTI DIBAWAH..

33.Surah Al-’Aĥzāb (Verse 41)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman, (untuk bersyukur kepada Allah) ingatlah serta sebutlah nama Allah dengan ingatan serta sebutan yang
sebanyak-banyaknya;

33.Surah Al-’Aĥzāb (Verse 42)
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan bertasbihlah kamu kepadaNya pada waktu pagi dan petang.

25.Surah Al-Furqān (Verse 58)
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Dan berserahlah engkau kepada Allah Tuhan Yang Hidup, yang tidak mati; serta bertasbihlah dengan memujiNya; dan cukuplah Ia mengetahui secara mendalam akan dosa-dosa hambaNya;

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

30.Surah Ar-Rūm (Verse 17)
فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

(Setelah kamu mengetahui yang demikian) maka bertasbihlah kepada Allah semasa kamu berada pada waktu malam dan semasa kamu berada pada waktu subuh.

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 9)
رَّبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

Dia lah Tuhan yang menguasai timur dan barat; tiada Tuhan melainkan Dia; maka jadikanlah Dia Penjaga yang menyempurnakan urusanmu.

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 10)
وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا

Dan bersabarlah terhadap apa yang dikatakan oleh mereka (yang menentangmu), dan jauhkanlah dirimu dari mereka dengan cara yang baik.

CARA MELAKSANAKAN

TUMPUKAN RASA PERASAAN KITA KEPADA APA YANG SEDANG BERLAKU DAN KEPADA RASA YANG SEDANG DIRASAKAN SEKARANG INI…

CONTOH KOTA SEDANG MERASA ADA DIRI KITA YANG SEDANG MENJALANI KEHIDUPAN SEHARIAN KITA,

TUMPUKANLAH RASA PERASAAN KITA DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN KEPADA RASA ADA DIRI KITA YANG SEDANG DIRASAI ITU DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN, DIDALAM MASA YANG SAMA MENGAKULAH ADA YANG SEDANG DIRASAI DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN ITU ADALAH ADA ALLAH YANG SEDANG DIRASAI HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA..

TERUSKAN PRAKTIKAL INI SEHINGGA DIBERI HIDAYAH DAN PETUNJUK OLEH ALLAH SAMPAI KEPADA KEADAAN ALLAH YANG SEDANG MERASA ADA ALLAH..

CONTOH LAIN

TUMPUKAN RASA PERASAAN KEPADA TURUN NAIKNYA PERNAFASAN KITA, KITA SEDANG MERASA KITA HIDUP, TUMPUKAN RASA PERASAAN DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN, DIDALAM MASA RASA PERASAAN TELAH TERTUMPU SEBULAT-BULAT TUMPUAN KEPADA TURUN NAIKNYA PERNAFASA (HIDUP), DIDALAM MASA YANG SAMA MENGAKULAH HIDUP YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH HIDUP ALLAH HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA…..

LAKUKAN SEHINGGA SAMPAI DIBERI RASA ALLAH YANG SEDANG MERASA HODUP ALLAH

BEGITULAH SETERUSNYA DILAKUKAN KEPADA SIFAT-SIFAT YANG LAIN…

PERLAKUAN YANG DILAKUKAN INI MEMBAWA KITA KEPADA KEADAAN TIADA SESUATU, YANG ADA HANYA ALLAH IAITU MAKSUD KEPADA LAA ILAHA ILLALLAH..

KEADAAN INILAH MEMBAWA KEPADA SENTIASA BERADA DIDALAN BENTENG ATAU KOTA ALLAH…

Berkata Ali RA..Rasulullah bersabda…Allah berfirman…………; Sesungguh AKU lah ALLAH ,, Tiada Tuhan selain AKU…Barangsiapa BERTAUHID kepadaKu niscaya masuklah ia kedalam benteng Ku,,,Dan barangsiapa yang masuk bentengKu..niscaya terselamatlah dia dari SiksaKu…(H R . Syirazi)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.